Ada dua aliran besar dalam dunia penelitian sosial yaitu, penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Kedua aliran ini selalu menjadi bahan perdebatan dalam diskusi-diskusi di kelas maupun dalam dunia organisasi penelitian. Bagi peneliti yang menggunakan metode penelitian kuantitatif timbul anggapan bahwa penelitian yang paling benar adalah penelitian yang menggunakan statistik dan angka-angka dalam menganalisis data yang telah diperoleh. Hal tersebut kemudia ditentang oleh pemuja penelitian kualitatif dengan dasar bahwa dalam penelitian sosial, yang menjadi objek penelitian adalah manusia yang sifat dan karakternya cenderung berubah-rubah sehingga tak mungkin diungkap dengan angka-angka, sehingga perlu pendeskripsian secara jelas.
Ada perbedaan mendasar antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Perbedaan tersebut bias dilihat dari segi struktur penulisannya, metode penelitian maupun tujuan dari penelitian kedua genre penelitian tersebut. Berdasarkan struktur penulisan contohnya dalam penelitian kualitatif tidak terdapat hipotesis sedangkan dalam penelitian kuantitatif ada, hal tersebut karena objek dari penelitian kualitatif adalah kondisi sosial yang cenderung berubah-rubah. Sedangkan pada tujuan penelitian, penelitian kualitatif lebih mengutamakan esensi dari fenomena atau kejadian yang diteliti, sedangkan kualitatif lebih mengutamakan frekuensi atau kuantitas dari objek penelitian. Selain itu hasil dari penelitian kualitatif lebih menekankan pada pengembangan dan penemuan teori-teori baru sedangkan penelitian kuantitatif lebih kepada membuktikan sebuah teori tau menguatkan teori yang telah ada. Untuk memahami lebih lanjut mengenai penelitian kualitatif, maka perlu dipahami terlebih dahulu pengertian penelitian kualitatif dari para ahli sebagai berikut:







