Rabu, 13 Februari 2013

Bintang Penginspiras

Hilang dalam keberadaan adalah kata yang pantas untuk kusematkan pada diriku saat ini. Hati, pikiran, dan Jasad memang masih ada, namun hal lain yang tersirat dari semuanya seakan berada pada ruang keabsuran tanpa batas. Abjad-abjad yang dulunya setia menari bersama jemariku kini tertahan dan terbelenggu bersama kekosongan rasa dalam benakku. Aku pernah bercerita tentang rindu, sayang, benci, dan semua tentangmu. Aku bercerita dengan morf-morf yang membentuk sebuah makna. Aku pun pernah bercerita tentang rintik hujan, asterima, rasi bintang, ilalang dan tentang apapun itu. Sekarang aku hanya ingin bersamamu, melewati malam bersama kepingan-kepingan puzzle yang akan kita rangkai bersama malam yang semakin menggila. Aku ingin kau kau mendengar degup jantungku, mendengar lirih nadaku, atau hanya sekadar melihat tatap mataku.

Dimensi yang menjadikan kita jauh, ingin rasanya melipat dimensi ruang dan waktu agar kau akan selalu ada bersamaku. Atau izinkan aku untuk meminjam bayang tubuhmu, hanya sekadar untuk menyandarkan tubuhku ke pundakmu, atau izinkan aku mendekapmu tuk merasakan setiap degup jantungmu, setiap rona lembut halus kulitmu dan merasakan setiap tarikan nafasmu. Bukan karena lelah, penat atau karena ku tak mampu untuk berdiri. Aku hanya ingin kau rasakan rindu yang semakin membuncah dari seorang perindu yang tak tahu ungkapkan rindu.

"Inspirasi", kau adalah inspirasi dalam setiap kata yang kau ucap. Tapi, aku menyayangimu bukan karena sekadar itu. Kau lebih dari sekadar penginspirasi, aku melihatmu sebagai seorang yang berbeda dan sebagai penyempurna dari ketaksempurnaanku. "Karena aku berbeda" katamu saat itu. Aku tetaplah laut seperti dulu yang penuh dengan gelombang ketakjelasan yang selalu menepi di pantainya, dibalik gelombang itu aku punya dasar yang gelap dan dingin.


Kamis, 24 Januari 2013

Comfuse

Aku selalu yakin dengan kekuatan mimpi dan akupun yakin kalau Tuhan selalu memeluk mimpi-mimpi hamba-Nya. Waktu pertama aku menjadi mahasiswa aku pernah bermimpi untuk menjadi ketua umum di salah satu lembaga kemahasiswaan dan itu tercapai meski pada saat itu aku sebenarnya takut dan merasa belum siap untuk mengembang amanah tersebut. Ketika aku mengikuti pengkaderan di salah satu lembagaku akupun bermimpi ingin pada suatu hari bisa berada di depan sambil membawakan materi dan itupun kini telah pernah bahkan telah sering kualami. Mimpiku pun makin bertambah dari hari ke hari, aku pernah bermimpi ingin menginjakkan kaki di seluruh pulau besar di Indonesia dan itupun kini telah hampir tercapai. 

Aku sebenarnya ingin sekali ke Singgalang atau Merapi dan lebih dari itu aku sebenarnya ingin sekali bertemu dengan seorang sahabatku di sana. Ia pernah bercerita kalau rumahnya diantara dua gunung tersebut, di depannya ada hamparan sawah dan udaranya sangat sejuk. Minggu ini aku sebenarnya bisa mewujudkan mimpi itu andai sahabatku itu pun punya keinginan untuk bertemu, namun diamnya kini membuat aku tak tahu mengartikan semuanya. mungkin belum waktunya memang aku bertemu dengan dia untuk saat ini. Aku pun memutuskan untuk tak berangkat ke Bukit Tinggi atau Padang, aku hanya ingin menikmatui semuanya di Palembang. Aku masih punya mimpi untuk dapat bertemu dengan sahabatku itu di event lain di Universitasnya pada bulan Maret nantinya.

Senin, 14 Januari 2013

Maaf

"Kadang sebuah kesenangan bagi seseorang menjadi awal atau sumber kesedihan bagi orang lain." aku coba mencari sebuah istilah yang cocok dengan diriku, dirimu dan mereka. Aku bukanlah seperti apa yang saya tuliskan di awal tulisan ini. Aku bukanlah tersangka dan kau bukanlah semestinya korban dan mereka bukan pulahlah tumbal dariku. Hanya saja ini terjadi di luar kontrolku, kamu dan mereka. Rasa yang bermain namun nalar menjadi kabur. Ini bukan tentang rasaku, namun rasa mereka, tapi harus kuakui bahwa aku lupa menutup celah yang ada dalam ruang yang entah aku mau namakan apa. Aku akui bahwa persefsi akan lahir bahwa aku adalah orang yang memberi harap dan pengobral janji. Aku tak pernah berjanji pada meraka kok. Hanya saja penyimpangan terhadap rasa yang sulit untuk mereka pungkiri.

Terkhusus untuk sang bintang, penyuka warna hijau dengan lesung pipi kala ia tersenyum aku mau minta maaf atas salahku. Ini sangat berat kuucapkan semoga engkau membaca ini dan ketika kau membacanya kuharap senyummu masih merekah. ^-^

Sabtu, 05 Januari 2013

Terserah

Aku telah melepas semuanya, bagai langit yang menumpahkan hujan ke bumi tanpa pernah meminta air itu kembali padanya. Aku rombak semua pemikiran dan idealismeku tentang perasaaan yang selama ini kupertahankan. Namun, apakah itu berarti bagimu? kau mungkin menganggapnya sebagai usahaku untuk memperbaiki namaku yang telah buram di matamu.Ah, terserah! Ku sudah tak peduli dengan semua persefsi yang akan lahir. Aku sudah tak ingin membuat kesalahan yang sama, yah sama seperti yang pernah aku perbuat padamu "Gadis Lesung Pipi" beberapa waktu yang lalu.

Sayang kini tak hanya menjadi penghias bibir ataukah hanya sebagai petanda. Ia kini telah menemukan kehakikiannya. Aku telah menemukan kebahagian menyayangimu tanpa ingin membentukmu menjadi apa yang kuingin, menjadikanmu wanita yang anggun seperti yang selalu kuinginkan. Sekarang aku telah mendapati dirimu adalah sebuah penyempurna bagiku makhluk yang tak sempurna dan menjadi paripurna karenamu. Apakah engkau tahu atau tidak perasaan ini, aku tak lagi peduli. Aku hanya ingin mencitaimu saat ini, nanti, dan selamanya. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...