Senin, 05 September 2011

Rinduku Bukan Rindumu

Denyut imajiku membentang jauh mengawang-ngawang menyusul kerlipan matamu yang kian lama kian menjauh
mata sayuku kian lama kian tak mampu tuk menyusul ilusi dirimu
tertundukku dan bergelayut dalam benakku "pantaskah aku untukmu?"
Tuhan apakah dia adalah Rose untuk Jack seperti aku

Ada secercah rindu yang hadir tak tahu datangnya dari mana
lembayun senjamu kini makin jauh masuk ke dalam relung hatiku
lembayung itu semakin lama semakin membuat buram tudung kesedihan yang telah kau buat sebelumnya.
masih pantaskah aku merindumu sedang kau tak merinduku

Embun tak lagi turun malam ini, bahklan subuh ini
tapi ku dapat merasakan kesegaran embun itu
ronah warna pelangi tak lagi tercipta oleh bias mentari dan derai hujan
tapi kudapat melihat lengkungan manis penuh warna di bibirmu
apakah imajiku sudah terlalu jauh mengawang hingga menembus batas ruang dan waktu?
ataukah ini hanya sebatas khayal yang sudah tak menjadi mimpi lagi dan hanya menjadi angan belaka yang semakin jauh dari kenyataan.

Entah apa yang kurasa, kutak mampu menafsirkannya
kutak mampu menafsirkan rasa ini kala hembusan angin menyampaikan sebuah pesan darimu
"Tunggu aku di persimpangan itu!"
haruskah aku menunggumu? haruskah aku berada dalam kesendirianku hingga kau datang kembali padaku?
dalam batas sadar, aku telah dengan leluasa memilikimu dalam lumpur imajiku
ataukah ku hanya dapat memilikimu dalam alam imaji sedang dalam alam nyata kau adalah miliknya?

Aku telah bergelut dengan realitas yang sesungguhnya kaupun tak mampu tuk menyelesaikannya
tapi kan ku biarkan ia tumbuh, berbunga dan berbuah
dan kan kusemai sendiri jika kau tak datang kala bijinya telah dapat disemai

Mengapa?
kujawab tak apa
biarlah ku sendiri menuai rindu ini, menuai kasih ini dan menyemai cinta ini
hingga akhirnya bunga yang dulunya indah gugur di mataku yang sembab
tapi bukan karena air mata

Puisi ini terlahir untuk seorang wanita yang telah membawaku pada situasi sulit yang saya yakin ia pun tak mampu menyelesaikan intrik tersebut

Jumat, 01 Juli 2011

Selamat datang Mall dan selamat Tinggal pasar Tradisional

Kebakaran Pasar Sentral
Mungkin masih sangat jelas di ingatan kita sebagai masyarakat Sulawesi Selatan kebakaran pasar Butung yang merupakan  pusat grosir terbesar di Indonesia timur. Sekitar 400 los/kios ludes dimakan si jago merah dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Pasar Butung bisa diakses dari empat jalan berbeda masing-masing: Jl Tentara Pelajar, Jl Sulawesi, Jl Kalimantan, dan Jl Butung. kebakaran tersebut berpengaruh signifikan terhadap jalur distribusi barang utamanya barang berupa pakaian. hal tersebut tentu ada yang dirugikan utamanya pedagang dan tentu pula ada pihak yang omzetnya meningkat karena bencana kebakaran tersebut.

Organisasator Vs Akademisi

"Organisasi dapat menghancurkan akademikmu!" kata ini mungkin kata  yang sering didengar oleh para mahasiswa baik yang berkecimpun dalam  dunia organisasi maupun yang tak pernah menginjakan kakinya di dunia  organisasi. anehnya lagi argumen tersebut kadang terlontar dari  orang-orang yang tak pernah tahu apa itu organisasi baik seluk beluk  sejarahnya maupun tujuan didirikannya sebuah organisasi, apalagi tahu  sistem dan kerja-kerja sebuah organisasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...